Penjelasan Sejarah Font Sans Serif [Lengkap]

0

Apakah kamu tahu sejarah font Sans Serif? Jenis font yang satu ini ternyata mulai muncul pada awal abad ke 20. Baca di sini untuk mengetahui info lebih lanjut.

Dalam dunia tipografi, kamu pasti mengenal font Sans Serif. Jenis font yang satu ini memang cukup sering digunakan oleh desainer, baik pemula maupun profesional. Ada berbagai alasan mengapa Sans Serif banyak digunakan, mulai dari banyaknya pilihan serta tingkat keterbacaan yang baik. Namun, tahukah kamu mengenai sejarah font Sans Serif?

Memang tidak banyak referensi yang memuat sejarah font ini secara lengkap. Meskipun demikian, ada beberapa informasi menarik yang layak kamu ketahui perihal font yang satu ini. Dalam ilmu tipografi, Sans Serif dikenal sebagai jenis huruf yang tidak memiliki kait. Sans Serif juga sering disebut sebagai grotesk atau gothic.

Rangkuman Sejarah Font Sans Serif

Menurut sejarah, font Sans Serif mulai dikenal secara luas pada awal abad ke 20. Pada masa ini, Sans Serif banyak digunakan secara digital dan mulai ditemukan pada komputer. Jenis font ini menjadi populer karena tidak memiliki kait sehingga mempunyai tingkat keterbacaan yang tinggi, tidak seperti format Serif yang mempunyai ekor sehingga sulit untuk dibaca.

Pada awal tahun 1900an, komputer yang digunakan memang masih memiliki resolusi rendah sehingga cukup sulit untuk membaca huruf berkait. Font Sans Serif hadir membawa suasana dan penampilan baru bagi para pembaca, sehingga membuatnya lebih mudah untuk diterima oleh masyarakat. Alhasil, font ini menjadi salah satu font populer hingga saat ini.

Selain tidak memiliki kait, yang menjadi ciri khas dari font Sans Serif adalah ukuran ketebalan huruf yang hampir sama sehingga menimbulkan kesan efisien bagi kamu yang membacanya. Pada awal kemunculannya, font Sans Serief banyak digunakan pada media cetak maupun media digital. Para desainer menggunakan font ini untuk membuat logo maupun judul sebuah media cetak.

Penggunaan font Sans Serif untuk typography menjadi semakin populer hingga sekarang. Karakternya yang sederhana, modern, tapi fungsional menjadi alasan tersendiri. Hal ini ditambah lagi dengan begitu banyak pilihan Sans Serif yang bisa digunakan oleh desainer demi memperindah karya desain grafis. Karena banyaknya font Sans Serif, dibuatlah klasifikasi berdasarkan bentuk rupa huruf sebagai berikut:

1Grotesque

Biasa juga ditulis sebagai grotesk, klasifikasi ini menjadi salah satu font yang bagus untuk desain grafis. Alasannya tidak lain adalah karena bentuk tulisan yang sederhana, namun tegas sehingga dapat digunakan untuk menuliskan header maupun body desain. Yang termasuk ke dalam klasifikasi grotesk antara lain Helvetica, Aksidenz Grotesk, dan Univers.

2Geometris

Klasifikasi font Sans Serif yang selanjutnya adalah geometris. Futura sebagai salah satu jenis font Sans Serif mempunyai bentuk yang geometris, misalnya huruf O yang berbentuk lingkatan sempurna. Future juga mempunyai garis yang tegas dengan karakter modern dan sederhana. Yang termasuk ke dalam klasifikasi Sans Serif geometris adalah Futura, Eurostile, dan Kabel.

3Humanis

Klasifikasi terakhir dari font Sans Serif disebut sebagai humanis. Klasifikasi yang satu ini identik dengan gaya huruf dengan graris tipis dan ramping, seperti yang menjadi ciri khas Gill Sans. Font Sans Serif tipe ini terlihat modern dan kontemporer. Yang menjadi bagian klasifikasi humanis adalah font Frutiger, Gill Sans, FF Meta, Optima, dan TheSans.

Sebagai salah satu font yang banyak digunakan untuk keperluan desain grafis dan tipografi, font Sans Serif menawarkan memang terbilang fungsional. Dengan mengetahui sejarah font Sans Serif beserta klasifikasinya, kamu bisa menentukan pilihan font dengan lebih mudah sesuai dengan karakternya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here